Dirlantas Reza Disorot di Ngobras Polda Sumbar: Curhatan Ojol Soal Penumpang Bandel Berujung Peringatan Tegas Soal Helm” - SWARA MERDEKA

Jumat, 17 April 2026

Dirlantas Reza Disorot di Ngobras Polda Sumbar: Curhatan Ojol Soal Penumpang Bandel Berujung Peringatan Tegas Soal Helm”

  

PADANG | Suasana hangat yang semula dibalut nuansa silaturahmi dalam kegiatan Ngobrol Bareng (Ngobras) Ditlantas Polda Sumbar mendadak berubah menjadi forum diskusi serius. Para pengemudi ojek online (ojol) yang hadir tak lagi sekadar berbagi cerita ringan, tetapi menyuarakan persoalan krusial yang mereka hadapi setiap hari di jalan raya.

Dalam forum itu, satu isu mencuat paling dominan: perilaku penumpang yang enggan menggunakan helm. Keluhan ini bukan hal baru, namun kali ini disampaikan langsung di hadapan Dirlantas Polda Sumbar, Kombes Pol Reza, yang hadir memimpin jalannya dialog.

Para driver ojol mengungkapkan dilema yang mereka hadapi. Di satu sisi, mereka ingin mematuhi aturan lalu lintas, namun di sisi lain mereka sering menghadapi penumpang yang menolak menggunakan helm dengan berbagai alasan, mulai dari terburu-buru hingga merasa tidak nyaman.

Situasi tersebut, menurut para pengemudi, kerap membuat mereka berada dalam posisi sulit. Jika dipaksakan, mereka berisiko kehilangan penumpang. Namun jika dibiarkan, mereka justru melanggar aturan dan mempertaruhkan keselamatan.

Dirlantas Reza menanggapi keluhan tersebut dengan sikap tegas namun tetap mengedepankan pendekatan humanis. Ia menegaskan bahwa keselamatan di jalan bukanlah pilihan, melainkan kewajiban yang tidak bisa ditawar.

Menurutnya, penggunaan helm bukan sekadar aturan administratif, tetapi merupakan bentuk perlindungan utama bagi pengendara maupun penumpang. Ia mengingatkan bahwa risiko kecelakaan bisa terjadi kapan saja, bahkan dalam perjalanan singkat.

Dalam dialog yang berlangsung terbuka itu, Reza juga menyoroti pentingnya peran pengemudi ojol sebagai garda terdepan dalam membangun budaya tertib berlalu lintas. Ia menilai, edukasi kepada penumpang bisa dimulai dari interaksi sederhana antara driver dan pelanggan.

Lebih jauh, ia menegaskan bahwa pihak kepolisian tidak akan menutup mata terhadap pelanggaran yang terjadi. Penegakan hukum tetap akan berjalan, terutama terhadap pelanggaran yang berpotensi membahayakan keselamatan.

Namun demikian, ia juga menekankan bahwa pendekatan persuasif akan terus dikedepankan. Polisi tidak hanya hadir sebagai penindak, tetapi juga sebagai mitra masyarakat dalam menciptakan keamanan dan keselamatan berlalu lintas.

Forum Ngobras itu sendiri menjadi ruang yang mempertemukan dua perspektif: aparat penegak hukum dan pelaku transportasi di lapangan. Dari pertemuan tersebut, terlihat adanya kesamaan tujuan, yakni menciptakan kondisi jalan yang lebih aman bagi semua pihak.

Para ojol berharap ada solusi konkret yang bisa membantu mereka menghadapi penumpang yang tidak patuh. Beberapa di antaranya mengusulkan adanya sosialisasi yang lebih luas kepada masyarakat, termasuk melalui aplikasi penyedia layanan.

Menanggapi hal itu, Reza menyambut baik berbagai masukan yang disampaikan. Ia menilai kolaborasi antara kepolisian, perusahaan aplikasi, dan komunitas ojol menjadi kunci dalam menyelesaikan persoalan tersebut.

Ia juga menegaskan bahwa perubahan perilaku tidak bisa terjadi secara instan. Dibutuhkan konsistensi, edukasi berkelanjutan, serta komitmen bersama untuk membangun kesadaran masyarakat akan pentingnya keselamatan.

Momentum halal bihalal yang menjadi latar kegiatan itu pun akhirnya berubah menjadi ajang refleksi bersama. Dari obrolan santai, muncul kesadaran bahwa persoalan keselamatan di jalan masih membutuhkan perhatian serius.

Kegiatan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa ruang dialog terbuka sangat penting dalam menjembatani berbagai kepentingan. Ketika komunikasi berjalan dua arah, solusi yang dihasilkan pun menjadi lebih relevan dan aplikatif.

Di akhir kegiatan, pesan yang paling mengemuka adalah bahwa keselamatan harus menjadi prioritas utama. Tidak ada kompromi terhadap hal-hal yang menyangkut nyawa, termasuk penggunaan helm bagi pengendara maupun penumpang.

Dengan komitmen yang ditegaskan dalam forum itu, diharapkan ke depan tidak ada lagi alasan bagi siapa pun untuk mengabaikan aturan keselamatan. Jalan raya bukan hanya ruang mobilitas, tetapi juga ruang yang menuntut tanggung jawab bersama.




Bagikan artikel ini

Silakan tulis komentar Anda