SWARA MERDEKA

Berita

Peristiwa

Showbiz

Ad Placement

Foto

Video

Sabtu, 17 Januari 2026

Peringatan Isra Mi’raj 1447 H di Polda Sumbar, Dirlantas Gaungkan Pesan Iman dan Keselamatan

  

Padang, Jumat 16 Januari 2026 | Peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriah yang jatuh pada Jumat, 16 Januari 2026, menjadi momentum penting untuk memperkuat nilai-nilai spiritual, moral, dan tanggung jawab sosial, khususnya dalam pelaksanaan tugas kepolisian. Hal tersebut dimaknai secara mendalam oleh Direktorat Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Sumatera Barat sebagai pijakan untuk meningkatkan kualitas pengabdian kepada masyarakat.

Kepala Direktorat Lalu Lintas Polda Sumbar, Kombes Pol. H.M. Reza Chairul Akbar Sidiq, S.H., S.I.K., M.H., bersama Wakil Dirlantas AKBP Yudho Huntoro, S.I.K., M.I.K., jajaran perwira dan staf, serta didampingi Ketua Cabang Bhayangkari Dirlantas Polda Sumbar, menyampaikan pesan reflektif kepada seluruh masyarakat Sumatera Barat agar peringatan Isra Mi’raj tidak hanya dimaknai sebagai peristiwa keagamaan semata, tetapi juga sebagai pengingat akan pentingnya integritas, keikhlasan, dan kepedulian sosial.

Dalam keterangannya di Markas Dirlantas Polda Sumbar, Kombes Pol. Reza Chairul Akbar Sidiq menyampaikan ucapan selamat memperingati Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriah kepada seluruh umat Islam, khususnya masyarakat Sumatera Barat.

“Selamat memperingati Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriah. Semoga momentum ini menjadi sarana bagi kita semua untuk meningkatkan iman dan takwa, memperbaiki diri, serta menebar kebaikan dalam kehidupan bermasyarakat,” ujarnya.

Lebih lanjut, Kombes Reza menegaskan bahwa peristiwa Isra Mi’raj mengandung pesan spiritual yang sangat mendalam, terutama tentang kewajiban shalat sebagai fondasi utama pembentukan karakter, disiplin, dan tanggung jawab seorang insan.

Isra Mi’raj bukan hanya peristiwa sejarah perjalanan spiritual Rasulullah SAW, namun mengajarkan kita tentang pentingnya kedisiplinan, kejujuran, dan tanggung jawab dalam menjalankan amanah, termasuk dalam tugas melayani dan melindungi masyarakat,” jelasnya.

Ia juga menambahkan bahwa nilai-nilai Isra Mi’raj harus tercermin dalam sikap dan perilaku anggota Polri, khususnya jajaran lalu lintas, dalam memberikan pelayanan yang humanis, profesional, dan berkeadilan kepada masyarakat.

Sementara itu, Wakil Dirlantas Polda Sumbar AKBP Yudho Huntoro menyoroti pentingnya keselamatan berlalu lintas sebagai bagian dari implementasi nilai kepedulian terhadap sesama.

Keselamatan di jalan raya merupakan tanggung jawab bersama. Keselamatan jauh lebih berharga daripada kecepatan. Kami mengimbau seluruh masyarakat Sumatera Barat agar selalu mematuhi aturan lalu lintas, menggunakan perlengkapan keselamatan, serta mengikuti arahan petugas demi terciptanya keamanan dan ketertiban berlalu lintas,” tegasnya.

Menurutnya, kesadaran berlalu lintas merupakan wujud nyata dari akhlak mulia dan kepedulian terhadap keselamatan diri sendiri maupun orang lain, sejalan dengan nilai-nilai yang diajarkan dalam peristiwa Isra Mi’raj.

Dukungan dan peran aktif juga datang dari Bhayangkari Cabang Dirlantas Polda Sumbar, yang menyatakan komitmennya untuk terus mendampingi tugas kepolisian, menjaga keharmonisan keluarga besar Polri, serta mengamalkan nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan sehari-hari dan lingkungan sosial.

Melalui peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriah ini, Dirlantas Polda Sumatera Barat berharap pesan-pesan spiritual yang disampaikan dapat menginspirasi seluruh lapisan masyarakat, sekaligus memperkuat kesadaran akan pentingnya keselamatan, kedisiplinan, dan tanggung jawab sosial demi terwujudnya Sumatera Barat yang aman, tertib, dan berkeadaban.




























Kamis, 15 Januari 2026

BANTU PADAMKAN KEBAKARAN DI SERINGGU, KODAERAL XI KERAHKAN SATU UNIK TRUK DAMKAR

   

TNI AL. Komandan Kodaeral XI Laksamana Muda TNI Monang H. Sitompul, S.A.P., mengerahkan Prajurit Kodaeral XI beserta satu unit truk Damkar Kodaeral XI dalam rangka memberi pertolongan dan memadamkan kebakaran Kios Ayam Geperek di Kelurahan Seringgu, Kab. Merauke, Prov. Papua Selatan, 15 Januari 2026

Kejadian bermula saat masyarakat yang melintas melihat kobaran api dari salah satu kios penjual Ayam Geprek di Kelurahan Seringgu. Pemilik kios beserta warga sekitar berusaha memadamkan namun kobaran api semakin membesar dan dengan cepat merambat keseluruh bangunan kios yang terbuat dari kayu.

Mendapati laporan tersebut, Komandan Kodaeral XI Laksamana Muda TNI Monang H. Sitompul, S.A.P., segera perintahkan para prajurit beserta satu unit truk Damkar Kodaeral XI diterjunkan menuju tempat kejadian perkara (TKP) untuk membantu memadamkan. 

Dalam kejadian tersebut, tidak ada korban jiwa. Namun, kerugian material berupa satu unit rumah terbakar habis, tiga unit kios ayam geprek, warung makan dan penjual beras terbakar habis, beserta perlengkapan habis terbakar.

Peristiwa ini kembali menegaskan pentingnya kewaspadaan dan sinergi antara aparat dengan masyarakat dalam menghadapi situasi darurat. Kodaeral XI dalam hal ini, selalu siap dan tanggap serta terus berkoordinasi dengan instansi terkait demi menjaga keselamatan dan keamanan masyarakat. (Dinas Penerangan Kodaeral XI)

#TNI #TNIAL #Kodaeral XI #jalesvevajayamahe #indonesiannavy #navy #angkatanlaut #dispenal #papuaselatan #merauke

Selasa, 13 Januari 2026

Rel Modern, Layanan Humanis: Wajah Baru Transportasi Sumbar

  

SUMBAR | Deru roda baja yang beradu dengan rel kini bukan sekadar suara perjalanan, melainkan penanda tumbuhnya kepercayaan publik. Sepanjang tahun 2025, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat mencatat capaian impresif dengan melayani 1.978.241 penumpang, mendekati angka psikologis dua juta pengguna jasa dalam satu tahun. Sebuah lonjakan signifikan dibandingkan tahun 2024 yang mencatat 1.697.020 penumpang.

Pertumbuhan 16,6 persen atau hampir 280 ribu penumpang tambahan ini bukan hanya angka statistik. Ia mencerminkan perubahan perilaku masyarakat Sumatera Barat yang kian menjadikan kereta api sebagai moda transportasi utama—aman, terjangkau, dan semakin nyaman di tengah dinamika mobilitas harian dan pariwisata daerah.

Stasiun Padang muncul sebagai simpul pergerakan terpadat. Dari sisi kedatangan, stasiun ini mencatat 533.251 penumpang, menjadikannya gerbang utama mobilitas masyarakat. Disusul Stasiun Pariaman dengan 408.054 penumpang, Air Tawar 166.833 penumpang, Naras 132.632 penumpang, serta Stasiun BIM 103.935 penumpang.

Dari sisi keberangkatan, peta pergerakan tak jauh berbeda. Stasiun Padang kembali memimpin dengan 509.113 penumpang, diikuti Pariaman 394.193 penumpang, Air Tawar 192.345 penumpang, Naras 118.350 penumpang, dan BIM 105.649 penumpang. Angka-angka ini menegaskan peran strategis kereta api dalam menghubungkan pusat kota, kawasan pesisir, hingga akses bandara.

Kepala Humas KAI Divre II Sumatera Barat, Reza Shahab, menyebut capaian ini sebagai buah dari konsistensi peningkatan layanan. Menurutnya, kepercayaan publik tidak datang secara instan, melainkan dibangun melalui pengalaman perjalanan yang positif dari waktu ke waktu.

“Dibandingkan tahun 2024 yang melayani 1.697.020 penumpang, capaian 2025 yang hampir menyentuh dua juta penumpang menunjukkan bahwa kepercayaan masyarakat terhadap layanan kereta api di Sumatera Barat terus tumbuh,” ujar Reza. “Ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan, keselamatan, dan kenyamanan perjalanan.”

Lebih jauh, Reza menegaskan bahwa KAI Divre II Sumbar tidak berhenti pada capaian angka. Berbagai inovasi terus disiapkan, mulai dari penguatan operasional, peningkatan fasilitas stasiun dan sarana, hingga layanan pelanggan yang semakin adaptif terhadap kebutuhan masyarakat modern.

Kereta api kini tidak lagi dipandang semata sebagai alat transportasi, tetapi sebagai bagian dari ekosistem pariwisata dan penggerak ekonomi daerah. Jalur-jalur favorit seperti Padang–Pariaman menjadi saksi bagaimana kereta api menghubungkan destinasi, memperpendek jarak, dan membuka peluang ekonomi lokal.

Di tengah tantangan transportasi perkotaan dan isu keselamatan jalan raya, kereta api tampil sebagai solusi yang semakin relevan. Ketepatan waktu, harga terjangkau, serta kenyamanan perjalanan menjadikannya pilihan rasional sekaligus emosional bagi masyarakat.

Menutup tahun 2025, KAI Divre II Sumatera Barat menyampaikan apresiasi kepada seluruh pelanggan yang telah mempercayakan perjalanannya pada layanan kereta api. Komitmen ke depan ditegaskan: menghadirkan transportasi publik yang modern, andal, aman, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat, seiring tumbuhnya Sumatera Barat yang semakin dinamis.

Kepercayaan telah tumbuh di atas rel. Dan pada 2026, perjalanan itu belum akan berhenti—ia justru kian melaju.

Catatan Redaksi:

Kereta api sebagai transportasi publik berperan penting dalam mendukung mobilitas masyarakat, keselamatan perjalanan, pengurangan kemacetan, serta pembangunan ekonomi dan pariwisata daerah. Keberlanjutan layanan yang profesional dan berorientasi pada kepentingan publik menjadi kunci terwujudnya transportasi yang inklusif dan berkeadilan.

TIM

Pesan Tegas AKBP Agung Tribawanto Saat Apel Pagi Polres Pasaman Barat

  

PASAMAN BARAT | Pagi belum sepenuhnya ramai ketika derap langkah personel mulai memenuhi halaman Mapolres Pasaman Barat. Barisan rapi terbentuk, seragam cokelat berdiri sejajar dengan pakaian dinas lainnya. Di ruang terbuka itu, apel pagi bukan sekadar rutinitas, melainkan penanda dimulainya tanggung jawab pelayanan kepada masyarakat.

Di tengah barisan, sosok Kapolres Pasaman Barat AKBP Agung Tribawanto, S.I.K. hadir memimpin apel. Sikapnya tenang, namun tegas. Kehadirannya memberi pesan kuat bahwa kepemimpinan tidak dijalankan dari balik meja, tetapi dari barisan terdepan bersama anggota.

Apel pagi ini menjadi ruang konsolidasi internal, tempat seluruh personel menyatukan kembali visi dan sikap sebelum turun ke lapangan. Bagi AKBP Agung Tribawanto, apel adalah momen penting untuk memastikan setiap anggota memahami perannya sebagai pelayan publik.

Dalam arahannya, Kapolres menekankan bahwa disiplin adalah fondasi utama institusi Polri. Namun disiplin, menurutnya, tidak berhenti pada kepatuhan terhadap aturan, melainkan tercermin dalam sikap, tutur kata, dan cara anggota memperlakukan masyarakat.

Ia mengingatkan bahwa setiap personel membawa nama institusi di mana pun bertugas. Satu tindakan keliru, sekecil apa pun, dapat berdampak besar pada kepercayaan publik yang selama ini dibangun dengan susah payah.

AKBP Agung Tribawanto juga menyoroti pentingnya pendekatan humanis dalam setiap pelaksanaan tugas. Penegakan hukum, katanya, harus berjalan seiring dengan empati dan kepekaan sosial, terutama di tengah masyarakat yang majemuk seperti Pasaman Barat.

Dalam suasana apel yang hening, pesan itu disampaikan tanpa nada tinggi, namun sarat makna. Kepemimpinan yang ditunjukkan bukan dengan tekanan, melainkan keteladanan. Cara itu, perlahan, membentuk budaya kerja yang lebih dewasa dan bertanggung jawab.

Kapolres juga menekankan kesiapsiagaan personel menghadapi dinamika kamtibmas. Ia meminta seluruh satuan fungsi bekerja sesuai prosedur, saling mendukung, dan tidak berjalan sendiri-sendiri dalam menyelesaikan persoalan di lapangan.

Bagi AKBP Agung Tribawanto, soliditas internal adalah kunci. Tanpa kerja sama yang kuat, pelayanan kepada masyarakat akan pincang. Karena itu, ia mendorong komunikasi yang terbuka dan saling menghargai antaranggota.

Apel pagi ini diikuti jajaran perwira, bintara, ASN Polri, serta personel dari berbagai unit kerja. Barisan panjang itu mencerminkan kesiapan institusi dalam menjalankan tugas negara di tingkat daerah.

Lebih dari sekadar barisan rapi, apel pagi menjadi ruang refleksi. Setiap anggota diajak kembali mengingat sumpah jabatan dan tanggung jawab moral sebagai aparat penegak hukum.

AKBP Agung Tribawanto menegaskan bahwa kehadiran polisi di tengah masyarakat harus membawa rasa aman, bukan ketakutan. Polisi, katanya, harus menjadi solusi atas persoalan warga, bukan sumber masalah baru.

Pesan tersebut sejalan dengan arah kebijakan Polri yang menempatkan kepercayaan publik sebagai prioritas utama. Di tingkat Polres Pasaman Barat, nilai itu diterjemahkan melalui kedekatan pimpinan dengan anggota dan pendekatan persuasif kepada masyarakat.

Apel pagi pun berakhir tanpa kemegahan berlebihan. Tidak ada seremoni panjang, namun pesan yang disampaikan meninggalkan kesan mendalam. Dari halaman Mapolres itu, tugas-tugas kepolisian kembali bergerak.

Di bawah kepemimpinan AKBP Agung Tribawanto, S.I.K., Polres Pasaman Barat terus berupaya membangun kultur kerja yang profesional, disiplin, dan berorientasi pada pelayanan publik.

Apel pagi hari itu menjadi gambaran sederhana tentang bagaimana kepemimpinan dijalankan: hadir, mengingatkan, dan memberi arah. Dari rutinitas inilah wajah Polri yang lebih humanis dibangun, dimulai dari Pasaman Barat.

TIM

Minggu, 11 Januari 2026

Dirlantas Polda Sumbar Kombes Pol. Reza Chairul Akbar Intensifkan Sosialisasi demi Jalan Raya yang Aman

  

Padang | Di tengah meningkatnya mobilitas masyarakat dan padatnya arus kendaraan di berbagai ruas jalan Sumatera Barat, pesan keselamatan kembali ditegaskan oleh Dirlantas Polda Sumbar Kombes Pol. H.M. Reza Chairul Akbar Sidiq, S.H., S.I.K., M.H. Menurutnya, keselamatan berlalu lintas tidak hanya ditentukan oleh kondisi jalan atau kendaraan, tetapi berawal dari kesadaran setiap pengendara saat berada di jalan raya.

Sebagai pimpinan Direktorat Lalu Lintas Polda Sumbar, Kombes Pol. Reza Chairul Akbar menempatkan keselamatan jiwa sebagai prioritas utama. Ia menekankan bahwa kecepatan, kelalaian, dan sikap abai terhadap aturan lalu lintas masih menjadi faktor dominan penyebab kecelakaan. “Lebih baik terlambat sampai tujuan daripada tidak pernah sampai,” menjadi pesan yang kerap ia sampaikan dalam berbagai kesempatan.

Di bawah kepemimpinannya, Dirlantas Polda Sumbar tidak hanya mengedepankan penegakan hukum, tetapi juga pendekatan humanis melalui edukasi dan kampanye keselamatan. Mulai dari penggunaan helm standar, sabuk pengaman, hingga imbauan berkendara aman saat hujan dan malam hari, terus disuarakan secara konsisten kepada masyarakat.

Kombes Pol. Reza juga menyoroti pentingnya kesiapan pengendara sebelum melakukan perjalanan, terutama saat momentum libur panjang dan arus padat. Menurutnya, kondisi fisik pengemudi, kelayakan kendaraan, serta kepatuhan terhadap rambu lalu lintas merupakan satu kesatuan yang tidak bisa diabaikan. “Keselamatan dimulai sejak kita memutuskan untuk memutar kunci kendaraan,” tegasnya.

Melalui berbagai media visual dan kampanye digital, Dirlantas Polda Sumbar aktif menyampaikan pesan keselamatan dengan bahasa yang mudah dipahami dan menyentuh sisi emosional masyarakat. Pendekatan ini diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran bahwa aturan lalu lintas bukan sekadar kewajiban hukum, melainkan bentuk perlindungan terhadap diri sendiri dan orang lain.

Dalam setiap arahannya kepada jajaran, Kombes Pol. Reza Chairul Akbar selalu menekankan pentingnya pelayanan yang profesional dan berempati. Personel lalu lintas diminta hadir sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat, tanpa mengesampingkan ketegasan terhadap pelanggaran yang berpotensi membahayakan keselamatan.

Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berperan aktif menciptakan budaya tertib berlalu lintas. Menurutnya, polisi tidak bisa bekerja sendiri tanpa dukungan pengguna jalan. “Jika semua patuh, angka kecelakaan bisa ditekan, dan jalan raya menjadi ruang yang aman bagi semua,” ujarnya.

Dirlantas Polda Sumbar di bawah komando Kombes Pol. Reza terus berkomitmen melakukan evaluasi dan inovasi dalam pengelolaan lalu lintas. Mulai dari pengaturan arus, rekayasa lalu lintas, hingga peningkatan kualitas pelayanan publik, semuanya diarahkan pada satu tujuan: menekan kecelakaan dan menyelamatkan nyawa.

Keselamatan berlalu lintas, sebagaimana ditegaskan Kombes Pol. Reza Chairul Akbar, bukan hanya soal aturan, melainkan soal kepedulian. Jalan raya adalah ruang bersama, dan setiap keputusan pengendara dapat menentukan nasib orang lain. Karena itu, pulang dengan selamat harus selalu menjadi tujuan utama setiap perjalanan.

TIM RMO

Sabtu, 10 Januari 2026

Kepemimpinan AKBP Agung Tribawanto Warnai Sosialisasi DIPA dan Pakta Integritas Polres Pasaman Barat

 

PASAMAN BARAT | Kepemimpinan yang tegas namun komunikatif kembali ditunjukkan Kapolres Pasaman Barat AKBP Agung Tribawanto, S.I.K., saat memimpin kegiatan Sosialisasi Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) dan Rencana Distribusi Anggaran (Rendisgar) Tahun Anggaran 2026, sekaligus penandatanganan Pakta Integritas di Aula Tatag Trawang Tungga.

Kegiatan tersebut menjadi momentum penting dalam menyatukan persepsi seluruh jajaran Polres Pasaman Barat terkait arah kebijakan anggaran dan tanggung jawab moral dalam pengelolaannya. Di hadapan para pejabat utama dan personel, Kapolres menegaskan bahwa anggaran bukan sekadar angka, melainkan amanah negara yang harus dipertanggungjawabkan.

Dengan sikap resmi dan penuh keteladanan, AKBP Agung Tribawanto membuka kegiatan dengan penekanan pada disiplin, loyalitas, serta integritas sebagai fondasi utama pelaksanaan tugas kepolisian. Ia mengingatkan bahwa keberhasilan organisasi tidak hanya diukur dari capaian kinerja, tetapi juga dari cara anggaran dikelola secara transparan dan akuntabel.

Sosialisasi DIPA dan Rendisgar Tahun Anggaran 2026 ini bertujuan memberikan pemahaman menyeluruh kepada seluruh satuan kerja mengenai alokasi anggaran, prioritas penggunaan, serta mekanisme pengawasan internal agar tidak terjadi penyimpangan di kemudian hari.

Dalam arahannya, Kapolres menekankan pentingnya perencanaan yang matang dan realistis. Menurutnya, setiap program dan kegiatan harus benar-benar berorientasi pada peningkatan pelayanan kepada masyarakat, pemeliharaan kamtibmas, serta penegakan hukum yang profesional.

AKBP Agung Tribawanto juga mengingatkan bahwa dinamika tugas kepolisian ke depan semakin kompleks. Oleh karena itu, pengelolaan anggaran harus adaptif namun tetap patuh pada aturan perundang-undangan dan prinsip kehati-hatian.

Tidak hanya sebatas sosialisasi, kegiatan ini juga dirangkai dengan penandatanganan Pakta Integritas oleh seluruh pejabat terkait. Penandatanganan tersebut menjadi simbol komitmen bersama untuk menolak segala bentuk korupsi, kolusi, dan nepotisme dalam pelaksanaan anggaran.

Kapolres menegaskan bahwa Pakta Integritas bukanlah formalitas belaka, melainkan janji moral dan institusional yang harus diwujudkan dalam tindakan nyata sehari-hari di lingkungan kerja masing-masing.

Suasana aula tampak khidmat saat prosesi berlangsung. Para peserta mengikuti kegiatan dengan penuh perhatian, mencerminkan keseriusan jajaran Polres Pasaman Barat dalam mendukung kebijakan pimpinan.

Dalam kesempatan itu, AKBP Agung Tribawanto juga mengajak seluruh personel untuk saling mengingatkan dan mengawasi. Menurutnya, pengawasan internal yang kuat adalah kunci utama dalam menjaga marwah institusi Polri.

Ia menambahkan, keterbukaan dalam pengelolaan anggaran akan berdampak langsung pada meningkatnya kepercayaan publik terhadap Polri, khususnya di wilayah hukum Polres Pasaman Barat.

Kapolres berharap, melalui sosialisasi ini tidak ada lagi keraguan atau kesalahan pemahaman terkait penggunaan anggaran, sehingga setiap satuan kerja dapat menjalankan program secara efektif dan tepat sasaran.

Lebih jauh, kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya membangun budaya kerja yang bersih, profesional, dan berorientasi pada pelayanan masyarakat, sejalan dengan semangat reformasi birokrasi Polri.

AKBP Agung Tribawanto menegaskan bahwa dirinya tidak akan mentolerir penyimpangan sekecil apa pun. Ia meminta seluruh jajaran bekerja sesuai aturan, prosedur, dan etika yang berlaku.

Di akhir kegiatan, Kapolres menyampaikan apresiasi kepada seluruh personel yang telah menunjukkan komitmen dan keseriusan dalam mendukung pengelolaan anggaran yang berintegritas.

Dengan terlaksananya sosialisasi DIPA dan Rendisgar TA 2026 serta penandatanganan Pakta Integritas ini, Polres Pasaman Barat di bawah kepemimpinan AKBP Agung Tribawanto, S.I.K. menegaskan langkah pasti menuju tata kelola anggaran yang bersih, transparan, dan bertanggung jawab demi pelayanan terbaik kepada masyarakat.


TIM

Panen Raya Jagung Polres Pasaman Barat, AKBP Agung Tribawanto Dorong Ketahanan Pangan Daerah

 

PASAMAN BARAT | Di tengah hamparan ladang jagung yang menguning dan siap panen, Kapolres Pasaman Barat AKBP Agung Tribawanto, S.I.K. tampak berdiri bersama petani. Mengenakan caping dan sarung tangan, ia tak sekadar hadir secara simbolik, tetapi ikut memetik jagung dalam Panen Raya Jagung Serentak Kuartal I Tahun 2026, yang digelar Polres Pasaman Barat sebagai bentuk dukungan nyata terhadap program swasembada pangan nasional.

Kegiatan panen raya ini menjadi momentum penting, bukan hanya bagi petani, tetapi juga bagi institusi kepolisian yang menunjukkan peran aktif di sektor strategis ketahanan pangan. Bagi AKBP Agung Tribawanto, ketahanan pangan adalah bagian dari stabilitas nasional yang juga menjadi perhatian Polri.

“Polri tidak hanya hadir dalam penegakan hukum, tetapi juga hadir mendukung kesejahteraan masyarakat. Salah satunya melalui penguatan sektor pertanian,” ujar Kapolres Pasaman Barat AKBP Agung Tribawanto di sela kegiatan panen.

Panen jagung serentak ini merupakan hasil dari proses panjang pendampingan, pengawasan, dan sinergi antara Polres Pasaman Barat dengan kelompok tani. Sejak awal masa tanam, jajaran kepolisian aktif mendorong pemanfaatan lahan produktif serta memastikan keamanan dan kelancaran kegiatan pertanian.

Bagi petani, kehadiran langsung Kapolres Pasaman Barat di ladang memberi semangat tersendiri. Mereka merasa diperhatikan dan didukung, tidak hanya secara moral, tetapi juga dalam bentuk kebijakan dan pengawalan program pertanian yang berkelanjutan.

AKBP Agung Tribawanto menegaskan bahwa panen raya ini bukan sekadar kegiatan seremonial tahunan. Menurutnya, keberhasilan panen merupakan indikator bahwa kolaborasi antara aparat dan masyarakat dapat menghasilkan dampak nyata bagi ekonomi lokal.

“Jika petani sejahtera, daerah kuat. Dan jika daerah kuat, maka ketahanan nasional akan terjaga,” tegas AKBP Agung Tribawanto dengan nada optimistis.

Kegiatan ini juga menjadi bagian dari komitmen Polres Pasaman Barat dalam mendukung agenda pemerintah pusat terkait swasembada pangan. Jagung dipilih sebagai komoditas strategis karena perannya yang vital, baik sebagai bahan pangan maupun pakan ternak.

Tak hanya memimpin panen, Kapolres Pasaman Barat juga berdialog langsung dengan petani, mendengarkan kendala di lapangan, mulai dari pupuk hingga akses pasar. Pendekatan ini memperlihatkan gaya kepemimpinan AKBP Agung Tribawanto yang terbuka dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Panen raya jagung serentak Kuartal I Tahun 2026 ini diharapkan menjadi pemicu semangat bagi wilayah lain untuk terus mengoptimalkan potensi pertanian lokal. Polres Pasaman Barat pun berkomitmen melanjutkan pendampingan agar hasil pertanian semakin meningkat dan berkelanjutan.

Di bawah terik matahari, saat tongkol-tongkol jagung dikumpulkan, satu pesan kuat tergambar jelas: Polisi dan petani berjalan bersama. Dan di garis depan upaya itu, Kapolres Pasaman Barat AKBP Agung Tribawanto, S.I.K., hadir bukan hanya sebagai pemimpin institusi, tetapi sebagai bagian dari solusi bagi ketahanan pangan bangsa.


TIM RMO

Ad Placement

Intermezzo

Travel

Teknologi