Padang, Rabu 1 Oktober 2025 | Hari ini, Provinsi Sumatera Barat genap berusia 80 tahun. Sebuah usia yang sarat makna bagi daerah yang dikenal dengan adat basandi syarak, syarak basandi Kitabullah. Dalam momentum bersejarah ini, Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Sumbar, Kombes Pol. H.M. Reza Chairul Akbar Sidiq, S.H., S.I.K., M.H menyampaikan pesan mendalam tentang arti kebersamaan, pengabdian, dan komitmen untuk membangun tanah Minangkabau yang semakin maju. Sebagai putra bangsa yang mengemban amanah di jajaran kepolisian, Kombes Pol. Reza menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan sebuah daerah tidak hanya diukur dari infrastruktur atau ekonomi, tetapi juga dari sejauh mana rasa aman dan keteraturan hadir di tengah masyarakat. “Sumatera Barat bukan hanya kaya budaya dan sejarah, tetapi juga memiliki masyarakat yang kuat dalam nilai gotong royong. Di usia ke-80 ini, kita harus menjadikan kebersamaan sebagai modal utama untuk melangkah maju. Ditlantas Polda Sumbar berkomitmen hadir untuk menjaga keselamatan berlalu lintas, karena ketertiban di jalan adalah bagian penting dari peradaban masyarakat yang modern,” ungkap Kombes Pol. Reza Chairul Akbar Sidqi. Nilai Budaya dan Kearifan Lokal Ucapan selamat Hari Jadi ke-80 Provinsi Sumbar yang dibalut nuansa Rumah Gadang dalam latar visual bukan sekadar ornamen, melainkan simbol dari kokohnya identitas Minangkabau. Bagi Dirlantas, filosofi rumah gadang adalah gambaran nyata tentang kebersamaan, musyawarah, dan persatuan yang menjadi kunci membangun masyarakat. “Rumah gadang mengajarkan kita untuk saling menghormati, menyatukan perbedaan, dan merawat kebersamaan. Sama halnya dengan lalu lintas, ketika semua pengguna jalan saling menghormati aturan, maka tercipta ketertiban dan keselamatan bersama,” tambahnya. Sinergi Membangun Sumbar Dalam kesempatan yang sama, Wadir Lantas Polda Sumbar, AKBP Yudho Huntoro, S.I.K., M.I.K, menekankan pentingnya sinergi antar semua elemen. “Delapan dekade adalah perjalanan panjang. Ke depan, tantangan akan semakin kompleks. Tapi dengan kerja sama semua pihak—pemerintah, aparat, dan masyarakat—Sumatera Barat akan mampu menjawabnya. Ditlantas akan terus hadir memberikan pelayanan humanis dan solusi terbaik bagi masyarakat,” ujarnya. Harapan di Usia ke-80 Dirlantas Polda Sumbar mengajak seluruh masyarakat menjadikan hari jadi ini sebagai momentum refleksi. Bukan hanya mengenang sejarah, tetapi juga menatap masa depan dengan semangat optimisme. “Kami percaya, Sumatera Barat akan semakin sejahtera bila semua pihak bersatu menjaga kepercayaan dan membangun bersama. Keselamatan berlalu lintas juga bagian dari kesejahteraan masyarakat, karena jalan raya adalah urat nadi kehidupan,” pungkas Kombes Pol. Reza. Hari Jadi ke-80 Provinsi Sumatera Barat adalah ajakan untuk terus bergerak maju. Dengan sinergi, budaya yang kokoh, serta semangat membangun, Sumbar diyakini mampu menjadi provinsi yang semakin sejahtera, modern, dan tetap berakar pada nilai luhur adat Minangkabau. TIM - SWARA MERDEKA

Rabu, 01 Oktober 2025

Padang, Rabu 1 Oktober 2025 | Hari ini, Provinsi Sumatera Barat genap berusia 80 tahun. Sebuah usia yang sarat makna bagi daerah yang dikenal dengan adat basandi syarak, syarak basandi Kitabullah. Dalam momentum bersejarah ini, Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Sumbar, Kombes Pol. H.M. Reza Chairul Akbar Sidiq, S.H., S.I.K., M.H menyampaikan pesan mendalam tentang arti kebersamaan, pengabdian, dan komitmen untuk membangun tanah Minangkabau yang semakin maju. Sebagai putra bangsa yang mengemban amanah di jajaran kepolisian, Kombes Pol. Reza menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan sebuah daerah tidak hanya diukur dari infrastruktur atau ekonomi, tetapi juga dari sejauh mana rasa aman dan keteraturan hadir di tengah masyarakat. “Sumatera Barat bukan hanya kaya budaya dan sejarah, tetapi juga memiliki masyarakat yang kuat dalam nilai gotong royong. Di usia ke-80 ini, kita harus menjadikan kebersamaan sebagai modal utama untuk melangkah maju. Ditlantas Polda Sumbar berkomitmen hadir untuk menjaga keselamatan berlalu lintas, karena ketertiban di jalan adalah bagian penting dari peradaban masyarakat yang modern,” ungkap Kombes Pol. Reza Chairul Akbar Sidqi. Nilai Budaya dan Kearifan Lokal Ucapan selamat Hari Jadi ke-80 Provinsi Sumbar yang dibalut nuansa Rumah Gadang dalam latar visual bukan sekadar ornamen, melainkan simbol dari kokohnya identitas Minangkabau. Bagi Dirlantas, filosofi rumah gadang adalah gambaran nyata tentang kebersamaan, musyawarah, dan persatuan yang menjadi kunci membangun masyarakat. “Rumah gadang mengajarkan kita untuk saling menghormati, menyatukan perbedaan, dan merawat kebersamaan. Sama halnya dengan lalu lintas, ketika semua pengguna jalan saling menghormati aturan, maka tercipta ketertiban dan keselamatan bersama,” tambahnya. Sinergi Membangun Sumbar Dalam kesempatan yang sama, Wadir Lantas Polda Sumbar, AKBP Yudho Huntoro, S.I.K., M.I.K, menekankan pentingnya sinergi antar semua elemen. “Delapan dekade adalah perjalanan panjang. Ke depan, tantangan akan semakin kompleks. Tapi dengan kerja sama semua pihak—pemerintah, aparat, dan masyarakat—Sumatera Barat akan mampu menjawabnya. Ditlantas akan terus hadir memberikan pelayanan humanis dan solusi terbaik bagi masyarakat,” ujarnya. Harapan di Usia ke-80 Dirlantas Polda Sumbar mengajak seluruh masyarakat menjadikan hari jadi ini sebagai momentum refleksi. Bukan hanya mengenang sejarah, tetapi juga menatap masa depan dengan semangat optimisme. “Kami percaya, Sumatera Barat akan semakin sejahtera bila semua pihak bersatu menjaga kepercayaan dan membangun bersama. Keselamatan berlalu lintas juga bagian dari kesejahteraan masyarakat, karena jalan raya adalah urat nadi kehidupan,” pungkas Kombes Pol. Reza. Hari Jadi ke-80 Provinsi Sumatera Barat adalah ajakan untuk terus bergerak maju. Dengan sinergi, budaya yang kokoh, serta semangat membangun, Sumbar diyakini mampu menjadi provinsi yang semakin sejahtera, modern, dan tetap berakar pada nilai luhur adat Minangkabau. TIM

 

Padang, Rabu 1 Oktober 2025 |

Momentum peringatan Hari Kesaktian Pancasila setiap 1 Oktober selalu menjadi pengingat betapa pentingnya Pancasila sebagai dasar negara, ideologi pemersatu, sekaligus sumber nilai luhur bangsa Indonesia. Tahun ini, jajaran Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Sumatera Barat di bawah komando Kombes Pol. H.M. Reza Chairul Akbar Sidiq, S.H., S.I.K., M.H. mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk kembali meneguhkan komitmen mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam pernyataannya, Dirlantas Polda Sumbar menekankan bahwa Pancasila bukan hanya sekadar simbol, melainkan pedoman moral dan etika berbangsa yang harus hadir dalam tindakan nyata. “Pancasila adalah perekat bangsa menuju Indonesia Raya. Kita tidak boleh melupakan sejarah pengorbanan para pahlawan, sekaligus menjadikan nilai-nilai Pancasila sebagai pedoman hidup di tengah tantangan zaman,” ungkap Kombes Pol Reza.

Pancasila sebagai Penuntun Tugas Kepolisian

Sebagai perwira yang sehari-hari memimpin jajaran lalu lintas di Sumatera Barat, Kombes Pol Reza menegaskan bahwa nilai-nilai Pancasila juga menjadi fondasi dalam setiap langkah tugas Polantas. Baginya, melayani, melindungi, dan mengayomi masyarakat di jalan raya adalah wujud implementasi sila-sila Pancasila.

“Setiap petugas lalu lintas harus memegang teguh nilai keadilan, kemanusiaan, serta persatuan. Tugas di lapangan bukan hanya soal menegakkan aturan, tetapi juga memberikan edukasi, membangun kesadaran, dan menghadirkan rasa aman bagi masyarakat,” jelasnya.

Menghadirkan Peringatan dengan Semangat Kebangsaan

Peringatan Hari Kesaktian Pancasila tahun ini ditandai dengan refleksi bersama di lingkungan Ditlantas Polda Sumbar. Nuansa khidmat terasa saat seluruh jajaran menyampaikan doa untuk para pahlawan yang gugur membela Pancasila. Kehadiran simbol Monumen Pahlawan Revolusi dalam latar peringatan ini semakin memperkuat pesan kebangsaan bahwa pengorbanan mereka tidak boleh sia-sia.

Selain itu, Kombes Pol Reza juga menyampaikan harapannya agar generasi muda Sumatera Barat lebih aktif mempelajari sejarah bangsa. Menurutnya, anak muda adalah garda terdepan dalam menjaga persatuan dan menghidupkan kembali semangat gotong royong, salah satu roh Pancasila yang kini mulai memudar.

Pesan untuk Bangsa: Satukan Langkah, Jaga Persatuan

Di tengah tantangan globalisasi, modernisasi, serta derasnya arus informasi, Pancasila hadir sebagai kompas moral. Dirlantas Polda Sumbar menegaskan bahwa bangsa Indonesia hanya bisa maju apabila tetap berpegang teguh pada Pancasila.

“Apapun profesi kita, apapun latar belakang kita, Pancasila adalah rumah besar yang menyatukan. Mari kita rawat persatuan, satukan langkah, dan jadikan nilai Pancasila sebagai semangat dalam membangun bangsa,” tutup Kombes Pol Reza Chairul Akbar Sidiq.

Dengan penekanan pada makna Hari Kesaktian Pancasila, Ditlantas Polda Sumbar menunjukkan bahwa nilai kebangsaan tidak boleh hanya sekadar dihafal, melainkan diwujudkan dalam tindakan nyata, termasuk dalam pelayanan publik dan keselamatan berlalu lintas.

Peringatan 1 Oktober 2025 kali ini pun menjadi momentum berharga: meneguhkan kembali bahwa Pancasila adalah perekat bangsa menuju Indonesia Raya.

TIMli

Bagikan artikel ini

Silakan tulis komentar Anda